
- Pendahuluan
Rubber conveyor belt pada umumnya dirancang untuk membawa material seperti batu bara, batu kapur, pasir, bijih tambang, clinker, semen, atau material bulk lainnya. Namun pada beberapa aplikasi, belt tidak hanya menerima beban mekanis dan abrasi, tetapi juga bersentuhan dengan minyak, grease, bahan bakar, pelarut, asam, alkali, bahan kimia proses, atau cairan agresif lainnya.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan rubber conveyor belt general purpose dapat menyebabkan cover belt mengalami:
-
- swelling atau pengembangan,
- pelunakan,
- pengerasan,
- retak,
- kehilangan tensile strength,
- kehilangan elongation,
- delaminasi,
- sticky surface,
- perubahan dimensi,
- accelerated wear,
- hingga kerusakan premature.
Karena itu digunakan oil resistant conveyor belt (OR belt) atau chemical resistant conveyor belt.
Hal yang perlu diperhatikan: sampai saat ini tidak terdapat satu standar ISO khusus yang secara sederhana mengatakan bahwa sebuah conveyor belt adalah “oil resistant grade A, B, C” atau “chemical resistant grade tertentu”. Untuk ketahanan terhadap cairan, industri banyak menggunakan ISO 1817 atau ASTM D471 sebagai metode pengujian material karet. ISO/TR 7620 memberikan referensi mengenai perilaku berbagai material karet terhadap bahan kimia. (Fenner Dunlop Conveyor Belting)
- Apa yang dimaksud Oil Resistant Conveyor Belt?
Oil resistant conveyor belt adalah conveyor belt yang cover karetnya diformulasikan agar memiliki ketahanan lebih baik terhadap minyak, grease, fuel, dan material yang mengandung minyak atau lemak.
Minyak dapat masuk ke dalam struktur polymer rubber. Akibatnya, rubber dapat mengalami perubahan volume dan sifat mekanis.
Secara sederhana:
Oil → penetrasi rubber → swelling/softening → perubahan sifat mekanis → wear dan kerusakan belt
Pada conveyor biasa, efek tersebut dapat menyebabkan belt:
-
- mengembang,
- menjadi lebih lunak,
- kehilangan kekuatan,
- permukaannya menjadi sticky,
- lebih mudah mengalami gouging dan abrasion,
- mengalami tracking problem,
- dan akhirnya umur belt menjadi pendek.
Fenomena ini sangat penting pada aplikasi seperti:
-
- palm oil mill,
biomass,- recycling plant atau daur ulang
- municipal waste (pengelolaan sampah)
- pupuk
- chemical plant,
- coal handling dengan kontaminasi oil,
- wood processing,
- feed mill tertentu,
- automotive manufacturing,
- dan material yang mengandung vegetable oil atau animal fat.
- Tidak Semua “Oil” Memberikan Efek yang Sama
Ini merupakan salah satu kesalahan paling umum dalam pemilihan oil resistant belt. Istilah oil resistant tidak berarti belt tahan terhadap semua jenis minyak.
Secara umum minyak dapat berasal dari:
-
- Mineral oil
Contohnya:
-
-
- hydraulic oil,
- lubricating oil,
- mineral oil,
- petroleum-based oil,
- diesel,
- beberapa fuel dan hydrocarbon.
-
-
- Vegetable oil
Contohnya:
-
-
- palm oil,
- soybean oil,
- sunflower oil,
- corn oil,
- coconut oil.
-
-
- Animal fat
Contohnya:
-
-
- animal fat
- tallow,
- grease berbasis lemak.
-
Karakteristik masing-masing berbeda. Karena itu supplier sebaiknya tidak hanya menerima permintaan:
“Saya membutuhkan oil resistant belt.”
Lebih baik diberikan informasi:
“Material mengandung palm oil sekitar X%, temperatur material X °C, belt speed X m/s.”
Dengan demikian compound rubber dapat dipilih dengan lebih tepat.
- Apa yang Dimaksud Chemical Resistant Conveyor Belt?
Chemical resistant conveyor belt adalah belt yang cover-nya diformulasikan agar lebih tahan terhadap serangan bahan kimia tertentu.
Chemical resistance dapat mencakup:
-
- acid,
- alkali,
- salt solution,
- chemical solution,
- solvent tertentu,
- aqueous solution,
- dan bahan kimia proses lainnya.
Namun chemical resistant bukan berarti universal chemical resistant.
Sebuah rubber bisa sangat baik terhadap acid tertentu tetapi buruk terhadap solvent tertentu.
Contohnya:
|
Chemical |
Potensi masalah pada rubber |
|
Strong acid |
degradation, hardening/softening |
|
Strong alkali |
swelling/degradation |
|
Solvent |
swelling atau dissolution |
|
Hydrocarbon |
swelling |
|
Oxidizing chemical |
oxidation |
|
Hot chemical solution |
accelerated degradation |
|
Salt solution |
biasanya lebih ringan, tetapi tergantung konsentrasi & temperatur |
Karena itu pemilihan chemical resistant belt harus berdasarkan jenis bahan kimia, konsentrasi, temperatur dan lama kontak, bukan hanya berdasarkan nama “chemical resistant”.
- Perbedaan Oil Resistant dan Chemical Resistant
|
Parameter |
Oil Resistant |
Chemical Resistant
|
|
Target utama |
Oil, grease, fat, fuel |
Acid, alkali, solvent, chemical |
|
Risiko utama |
Swelling & softening |
Chemical degradation |
|
Aplikasi umum |
Palm oil, recycling, biomass |
Chemical, fertilizer, process plant |
|
Material rubber |
NBR-based atau special compound |
CR, EPDM, CSM, FKM atau compound khusus |
|
Pengujian |
ISO 1817 / ASTM D471 |
ISO 1817 / ASTM D471 |
|
Pemilihan |
Berdasarkan jenis oil |
Berdasarkan jenis chemical |
|
Temperatur |
Sangat berpengaruh |
Sangat berpengaruh |
|
Konsentrasi chemical |
Tidak terlalu relevan untuk oil tertentu |
Sangat penting |
- Material Rubber yang Digunakan
Pemilihan polymer merupakan bagian paling penting dari desain cover.
-
- NBR — Nitrile Butadiene Rubber
NBR merupakan salah satu material yang sangat dikenal untuk oil resistance.
Kelebihannya:
-
-
- good resistance terhadap mineral oil,
- good resistance terhadap grease,
- relatively good abrasion resistance,
- cocok untuk aplikasi oil-contaminated material.
-
Karena itu NBR banyak digunakan pada aplikasi conveyor yang memerlukan oil-resistant cover.
Namun NBR bukan solusi universal untuk semua chemical.
-
- CR — Chloroprene Rubber / Neoprene
CR memiliki kombinasi sifat yang cukup baik terhadap:
-
-
- oil,
- weathering,
- ozone,
- flame,
- dan beberapa chemical.
-
CR juga banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kombinasi beberapa sifat sekaligus.
Pada aplikasi tertentu, CR dapat digunakan ketika dibutuhkan kompromi antara oil resistance, weather resistance dan flame resistance.
-
- EPDM
EPDM sangat dikenal karena ketahanannya terhadap:
-
-
- ozone,
- weathering,
- hot water,
- steam,
- berbagai aqueous chemical,
- beberapa acid dan alkali.
-
EPDM bukan pilihan utama untuk mineral oil, karena kompatibilitasnya terhadap hydrocarbon oil relatif buruk dibanding NBR.
Namun untuk chemical/water-based applications, EPDM dapat menjadi pilihan yang sangat menarik.
-
- CSM / Chlorosulfonated Polyethylene
CSM memiliki resistance yang baik terhadap:
-
-
- ozone,
- weather,
- oxidation,
- beberapa chemical,
- acid,
- alkali.
-
CSM dapat digunakan pada aplikasi chemical tertentu ketika diperlukan ketahanan lingkungan yang lebih luas.
-
- FKM
FKM mempunyai chemical dan temperature resistance yang sangat tinggi pada berbagai aplikasi khusus.
Namun:
-
-
- harga relatif tinggi,
- tidak selalu diperlukan untuk conveyor belt,
- biasanya digunakan hanya ketika chemical environment memang menuntut compound khusus.
-
Jadi FKM lebih merupakan specialty material, bukan pilihan standar untuk semua conveyor chemical.
- Standar Internasional untuk Oil Resistant Conveyor Belt
Di sinilah diperlukan sedikit kehati-hatian.
ISO 1817
Standar yang sangat penting adalah:
ISO 1817 — Rubber, vulcanized or thermoplastic — Determination of the effect of liquids.
ISO 1817 digunakan untuk mengevaluasi bagaimana rubber berubah setelah terkena liquid.
Versi terbaru yang diterbitkan pada Agustus 2026 adalah ISO 1817:2026. Standar tersebut mencakup pengujian terhadap berbagai service liquids, termasuk petroleum derivatives, organic solvents dan chemical reagents. (ISO)
Parameter yang dapat diamati antara lain:
-
- change in mass,
- change in volume,
- dimensional change,
- tensile strength,
- elongation,
- hardness,
- dan perubahan sifat fisik lainnya.
Dengan demikian ISO 1817 sangat relevan untuk oil resistance maupun chemical resistance.
- ASTM D471
Standar Amerika yang sangat umum digunakan adalah:
ASTM D471 — Standard Test Method for Rubber Property—Effect of Liquids.
ASTM D471 digunakan untuk mengevaluasi kemampuan rubber menghadapi pengaruh liquid. ASTM secara eksplisit menyebutkan aplikasinya pada rubber yang terpapar oil, grease, fuel dan berbagai fluid lainnya. (ASTM International)
Pengujian dapat mengevaluasi:
-
- perubahan massa,
- perubahan volume,
- perubahan dimensi,
- tensile strength,
- elongation,
- hardness,
- breaking resistance,
- tear strength,
- adhesion untuk coated fabric.
ASTM D471 juga menggunakan reference oils seperti IRM 901, IRM 902 dan IRM 903 untuk pengujian tertentu. (ASTM International)
Jadi untuk spesifikasi belt, kalimat seperti berikut cukup baik:
Cover rubber shall be tested for resistance to specified oil in accordance with ISO 1817 or ASTM D471.
Ini jauh lebih informatif dibanding hanya menuliskan:
Oil resistant according to DIN 22102 G.
- Bagaimana dengan DIN 22102 G?
Ini sangat penting karena istilah DIN 22102 G cukup sering ditemukan pada katalog conveyor belt.
Huruf G sering digunakan untuk menunjukkan belt dengan oil/grease resistance.
Tetapi terdapat satu masalah:
DIN 22102 G bukan berarti terdapat suatu metode pengujian oil resistance lengkap dengan batas performa universal yang ditetapkan oleh DIN 22102.
Fenner Dunlop, misalnya, menjelaskan bahwa banyak manufacturer menggunakan DIN 22102 G sebagai designation oil-resistant belting, tetapi DIN 22102 G sendiri tidak menetapkan requirement, test method atau performance limits khusus untuk oil-resistant belt. (Fenner Dunlop Conveyor Belting)
Jadi buyer sebaiknya meminta test report, bukan hanya designation “G”.
- Standar untuk Chemical Resistant Rubber
Untuk chemical resistance, standar yang sangat berguna adalah:
ISO/TR 7620:2005
Rubber materials — Chemical resistance
Dokumen ini memberikan sistem klasifikasi dan informasi mengenai chemical resistance berbagai rubber material.
ISO/TR 7620 membahas perilaku rubber terhadap:
-
- acids,
- alkalis,
- aqueous solutions,
- oil,
- solvents,
- aggressive gases,
- dan berbagai chemical lainnya. (ISO)
Statusnya saat ini masih current; ISO mencatat bahwa dokumen tersebut terakhir ditinjau dan dikonfirmasi pada 2024. (ISO)
Namun perlu diperhatikan bahwa ISO/TR 7620 bukan standar khusus conveyor belt. Ini adalah technical report mengenai material rubber.
Karena itu kombinasi yang lebih tepat adalah:
Conveyor belt specification + ISO 1817 testing + ISO/TR 7620 chemical compatibility reference.
- Standar Conveyor Belt Secara Umum
Untuk belt textile construction, standar conveyor belt umum yang relevan adalah ISO 14890.
ISO mencantumkan ISO 14890:2026 sebagai standar untuk rubber- atau plastics-covered conveyor belts of textile construction for general use. (ISO)
Artinya, standar tersebut dapat digunakan untuk aspek umum belt, sedangkan ketahanan terhadap liquid perlu dispesifikasikan dan diuji secara khusus.
Dengan demikian, jangan menyamakan:
ISO 14890 = chemical resistant standard
atau
ISO 14890 = oil resistant standard.
Itu tidak tepat.
- Tabel Standar yang Sebaiknya Digunakan
| Standar | Fokus | Oil Resistance | Chemical Resistance | Conveyor Belt Specific? |
| ISO 1817:2026 | Effect of liquids on rubber | ★★★★★ | ★★★★★ | Tidak khusus |
| ASTM D471-16a(2021) | Effect of liquids on rubber | ★★★★★ | ★★★★ | Tidak khusus |
| ISO/TR 7620:2005 | Chemical resistance rubber | ★★★ | ★★★★★ | Tidak |
| ISO 14890:2026 | General textile conveyor belt | ★ | ★ | Ya |
| DIN 22102 | General conveyor belt specification/designation | ★★ | ★ | Ya |
| DIN 22102 G | Common industry designation for oil/grease-resistant belt | ★★★ | — | Ya, tetapi bukan complete oil-performance test |
ASTM D471 yang tercantum di atas merupakan versi aktif yang tercatat ASTM sebagai D471-16a(2021). (ASTM International)
- Bagaimana Cara Memilih Oil Resistant Belt?
Jangan mulai dari:
“Pilih NBR.”
Mulailah dari kondisi aplikasi.
Step 1 — Tentukan jenis oil
Misalnya:
-
- palm oil,
- mineral oil,
- diesel,
- hydraulic oil,
- animal fat,
- grease
Step 2 — Tentukan temperatur
Contoh:
30–40°C
sangat berbeda dengan:
100–120°C.
Temperature mempercepat chemical attack dan aging rubber.
Step 3 — Tentukan cara kontak
Apakah:
-
- continuous contact,
- intermittent contact,
- occasional splash,
- material hanya mengandung sedikit oil?
Step 4 — Tentukan abrasion
Ini penting.
Oil-resistant rubber belum tentu mempunyai abrasion resistance terbaik.
Misalnya material:
crushed palm kernel + oil
memerlukan kombinasi:
oil resistance + abrasion resistance.
Step 5 — Minta test report
Idealnya supplier memberikan:
-
- rubber compound,
- test liquid,
- test temperature,
- test duration,
- volume/mass change,
- tensile change,
- elongation change,
- hardness change.
- Bagaimana Memilih Chemical Resistant Belt?
Untuk chemical application, informasi berikut sebaiknya diberikan kepada supplier:
-
- Nama chemical
Contoh:
-
-
- H₂SO₄,
- HCl,
- NaOH,
- KOH,
- sodium hypochlorite,
- solvent,
- fertilizer solution.
-
-
- Konsentrasi
Misalnya:
H₂SO₄ 10%
sangat berbeda dengan:
H₂SO₄ 80%.
-
- Temperatur
Contoh:
40°C vs 90°C
dapat memberikan hasil yang sangat berbeda.
-
- Bentuk kontak
Apakah:
-
-
- dry chemical,
- powder,
- slurry,
- liquid,
- splash,
- immersion,
- continuous exposure?
- Waktu kontak
-
Misalnya:
-
-
- 5 menit,
- 1 jam,
- 8 jam,
- continuous
-
- Contoh Pemilihan
Misalnya sebuah conveyor membawa material fertilizer yang mengandung larutan kimia.
Data:
-
- capacity = 150 ton/hour,
- belt width = 800 mm,
- belt speed = 1.5 m/s,
- material temperature = 50°C,
- chemical = acidic solution,
- concentration = 10%,
- continuous exposure.
Dalam kondisi seperti ini, pemilihan belt sebaiknya tidak hanya:
EP 400/3, Grade M.
Tetapi spesifikasinya harus mencakup:
EP 400/3 + chemical-resistant cover + resistance verified against the specified chemical.
Kemudian supplier diminta memberikan:
ISO 1817 test data against the actual chemical or an agreed representative test liquid. Ini jauh lebih aman secara engineering daripada hanya mengandalkan nama compound.
- Oil Resistant Bukan Berarti Chemical Resistant
Ini juga merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi.
Misalnya sebuah belt mempunyai:
NBR oil-resistant cover.
Tidak otomatis berarti belt tersebut cocok untuk:
-
- concentrated acid,
- strong alkali,
- solvent,
- oxidizing chemical.
Sebaliknya, belt berbasis EPDM yang sangat baik terhadap beberapa acid/alkali juga tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk mineral oil.
Karena itu:
Oil resistance dan chemical resistance harus diperlakukan sebagai dua parameter spesifikasi yang berbeda.
-
- Bagaimana Cara Menguji Rubber terhadap Oil/Chemical?
Secara sederhana, proses pengujian dapat digambarkan:
Initial rubber sample
↓
Measure initial properties
↓
Immerse in specified liquid
↓
Specified temperature & duration
↓
Remove sample
↓
Measure properties again
↓
Bandingkan:
-
- mass,
- volume,
- hardness,
- tensile strength,
- elongation,
- dimensional change.
Sebagai contoh sederhana, apabila volume awal:
100 cm³
dan setelah immersion:
115 cm³
maka volume swelling:

Nilai ini kemudian dibandingkan dengan acceptance criteria yang disepakati.
Penting: angka acceptance limit tidak boleh dibuat sendiri hanya berdasarkan ISO 1817. ISO 1817 adalah metode untuk menentukan efek liquid; spesifikasi produk harus menentukan kriteria penerimaannya.
- Faktor Selain Rubber Compound
Memilih cover compound saja belum cukup.
Umur oil/chemical-resistant conveyor belt juga dipengaruhi oleh:
Belt thickness
Semakin berat kondisi aplikasi, cover thickness perlu diperhatikan.
Belt speed
Speed tinggi meningkatkan:
-
- heat generation,
- flexing,
- Wear.
Pulley diameter
Pulley terlalu kecil dapat mempercepat fatigue.
Trough angle
Belt dengan chemical/oil-resistant cover tetap harus memiliki flexibility yang sesuai dengan sistem idler.
Belt cleaner
Cleaner yang terlalu agresif dapat merusak cover.
Splice
Splice material juga harus compatible dengan chemical/oil.
Ini sering terlupakan.
Cover belt tahan chemical tetapi splice adhesive tidak tahan chemical → splice tetap dapat gagal.
- Bagaimana Menulis Spesifikasi Pengadaan?
Daripada menulis:
“Supply oil resistant conveyor belt.”
lebih baik:
Rubber conveyor belt with oil-resistant cover suitable for continuous contact with [jenis oil/material], operating temperature [X] °C, tested in accordance with ISO 1817 or ASTM D471, with test results demonstrating compliance with the agreed change-in-volume, tensile strength, elongation and hardness criteria.
Untuk chemical:
Rubber conveyor belt with chemical-resistant cover suitable for continuous exposure to [chemical], concentration [X]%, at [X] °C, with compatibility verified in accordance with ISO 1817 and/or supported by ISO/TR 7620 chemical resistance data.
Spesifikasi seperti ini jauh lebih kuat daripada hanya menulis:
DIN 22102 G.
- Kesimpulan
Untuk oil resistant conveyor belt, standar pengujian yang paling relevan adalah:
ISO 1817:2026
untuk menentukan pengaruh liquid terhadap rubber.
Alternatif yang sangat umum adalah:
ASTM D471-16a(2021)
Keduanya dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan sifat rubber setelah kontak dengan oil, fuel, grease dan liquid lainnya. (ISO)
Untuk chemical resistant conveyor belt, pendekatan yang paling tepat adalah kombinasi:
ISO 1817:2026 + ISO/TR 7620:2005 + spesifikasi conveyor belt yang relevan.
ISO/TR 7620 memberikan informasi mengenai kompatibilitas berbagai rubber terhadap acid, alkali, aqueous solution, oil dan solvent. (ISO)
Sedangkan untuk konstruksi/general specification conveyor belt textile, ISO 14890:2026 merupakan standar penting yang saat ini tercantum dalam katalog ISO untuk general-use textile conveyor belts. (ISO)
Hal paling penting: jangan hanya meminta supplier menyebut “oil resistant” atau “chemical resistant”. Mintalah jenis rubber compound, chemical/oil yang diuji, temperatur, durasi pengujian, perubahan volume/massa, tensile strength, elongation, hardness, serta test standard yang digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan belt menjadi jauh lebih dapat dipertanggungjawabkan secara engineering dibanding hanya memilih berdasarkan kode seperti DIN 22102 G. Fenner Dunlop juga secara khusus mengingatkan bahwa designation DIN 22102 G sendiri tidak menetapkan batas performa oil resistance yang spesifik. (Fenner Dunlop Conveyor Belting)
Catatan standar terkini: ISO menerbitkan revisi ISO 1817:2026 pada Agustus 2026, sehingga untuk spesifikasi baru sebaiknya merujuk edisi 2026, bukan otomatis menggunakan ISO 1817:2015 yang masih banyak tercantum dalam katalog lama. (ISO)
Untuk kebutuhan rubber conveyor belts oil resistant atau chemical resitant berkualitas standar Internasional namun tetap ramah budget produksi DURABELT dari Duravaz adalah solusi tepat. Sampaikan secara detil jenis dan karakteristik material yang diangkut serta kualifikasi teknis yang dibutuhkan rubber conveyor belt kepada tim kami untuk penawaran harga. Rubber conveyor DURABELT dari Duravaz dapat diperoleh melalui pemesanan terlebih dahulu di Central Technic Jakarta, maupun Central Technic Jakarta







