Jenis, Klasifikasi, Standar Internasional, dan Panduan Pemilihan Conveyor Belt untuk Kondisi Tambang
Pertambangan merupakan salah satu industri dengan kondisi operasi paling berat bagi sistem conveyor. Material yang diangkut seperti batu bara, bijih besi, tembaga, nikel, emas, batu kapur, hingga overburden memiliki karakteristik abrasif, berat, tajam, bahkan mudah terbakar. Oleh karena itu, rubber conveyor belt yang digunakan di sektor pertambangan tidak dapat disamakan dengan conveyor belt untuk industri manufaktur atau logistik.
Pemilihan conveyor belt harus mempertimbangkan beberapa faktor utama, seperti tingkat abrasi material, risiko kebakaran, suhu material, kandungan minyak atau bahan kimia, lokasi pemasangan (underground atau overground), serta standar keselamatan yang berlaku. Di banyak negara, spesifikasi conveyor belt tambang mengacu pada standar internasional seperti DIN, ISO, JIS, AS, maupun standar keselamatan pertambangan lainnya. (ISO)
Karakteristik Conveyor Belt untuk Pertambangan

Rubber conveyor belt untuk pertambangan umumnya memiliki karakteristik berikut:
- Cover rubber dengan ketahanan abrasi tinggi
- Tensile strength tinggi
- Ketahanan terhadap sobekan (tear resistance)
- Ketahanan terhadap impact akibat jatuhnya material
- Ketahanan terhadap cuaca (ozone dan UV)
- Ketahanan terhadap minyak bila diperlukan
- Anti-static dan flame resistant untuk area tambang batubara
- Umur pakai panjang pada operasi 24 jam
Material carcass yang digunakan biasanya berupa:
- EP (Polyester/Nylon)
- NN (Nylon/Nylon)
- Steel Cord
- Solid Woven (khusus underground coal mining)
Jenis-Jenis Rubber Conveyor Belt di Industri Pertambangan
-
Abrasion Resistant Conveyor Belt
Jenis ini merupakan conveyor belt yang paling banyak digunakan pada pertambangan terbuka (open pit mining).
Digunakan untuk:
-
- Batu bara
- Batu split
- Batu kapur
- Bijih besi
- Nikel
- Tembaga
- Overburden
- Pasir silika
Karakteristik:
-
- Cover rubber keras
- Sangat tahan gesekan
- Tidak mudah aus
- Cocok untuk material tajam
Semakin rendah nilai kehilangan volume (abrasion loss), semakin baik ketahanan belt terhadap keausan.
Klasifikasi JIS rubber conveyor belts berdasarkan ketahanan Abrasi
Berikut adalah tabel spesifikasi performa cover rubber untuk standar JIS (JIS-L, JIS-G, JIS-S, dll.) sebelum penuaan (before aging):
| Grade Standar JIS | Kekuatan Tarik Min. (MPa / kgf/cm²) | Elongasi / Kelenturan Min. (%) | Kehilangan Abrasi Maks. (mm³) | Karakteristik & Aplikasi Penggunaan |
| JIS-L | 8 MPa (~80 kgf/cm²) | 300% | 400 mm³ | Karet umum untuk material bergesekan rendah dan tegangan sabuk rendah. |
| JIS-G | 14 MPa (~140 kgf/cm²) | 400% | 250 mm³ | Penggunaan umum (general purpose), tahan abrasi sedang (batu pecah, batu bara, batu kapur). |
| JIS-S | 18 MPa (~180 kgf/cm²) | 450% | 200 mm³ | Ketahanan abrasi tinggi, tahan terhadap sobekan (cut and gouge) dan benturan material tajam. |
| JIS-A | 24 MPa (~250 kgf/cm²) | 450% | 120 mm³ | Ketahanan abrasi tingkat tinggi superior untuk kondisi kerja berat/ekstrem. |
| JIS-D | 14 MPa (~140 kgf/cm²) | 400% | 150 mm³ | Spesifikasi khusus tambang dengan kontrol abrasi lebih baik dari JIS-G. |
| JIS-H | 15 MPa (~150 kgf/cm²) | 350% | 200 mm³ | Spesifikasi khusus lini operasional tertentu di area pertambangan. |
| Grade M (lama) | 18 MPa (~180 kgf/cm²) | 400% | 90 mm³ | Kualitas ekstra tahan abrasi setara standar DIN-M / RMA-1. |
Klasifikasi Abrasion menurut DIN
Standar DIN 22102 (yang kini banyak diadopsi ke DIN EN/ISO) mengelompokkan kualitas cover berdasarkan sifat mekanik dan ketahanan abrasi. Kelas yang paling dikenal di industri meliputi:
| Grade | Abrasion Loss Maksimum | Aplikasi |
| DIN W | ≤ 90 mm³ | Material sangat abrasif |
| DIN X | ≤ 120 mm³ | Material abrasif dengan risiko sobek lebih tinggi |
| DIN Y | ≤ 150 mm³ | Material abrasif sedang |
| DIN Z | ≤ 250 mm³ | Material umum dengan abrasi ringan |
Semakin kecil nilai abrasion loss, semakin tinggi ketahanan belt terhadap keausan.
-
Fire Resistant Conveyor Belt
Digunakan pada area dengan risiko kebakaran sedang hingga tinggi.
Contoh:
-
- Coal handling plant
- Power plant
- Pelabuhan batu bara
- Terminal batubara
Fitur:
-
- Self extinguishing
- Tidak mudah terbakar
- Mengurangi penyebaran api
- Anti-static
Belt jenis ini dirancang agar api padam dengan cepat setelah sumber nyala dihilangkan, sekaligus membatasi penyebaran api di sepanjang lintasan conveyor.
-
-
Fire Resistant Underground Conveyor Belt
-
Merupakan belt dengan persyaratan keselamatan paling tinggi.
Digunakan pada:
-
-
- Underground coal mine
- Tunnel mining
- Shaft conveyor
-
Mengapa diperlukan?
Pada tambang bawah tanah terdapat:
-
-
- Gas metana
- Debu batubara
- Ventilasi terbatas
- Jalur evakuasi yang terbatas
-
Karena itu belt harus memiliki:
-
-
- Flame resistant
- Anti-static
- Self extinguishing
- Smoke generation rendah
- Tidak mempercepat penyebaran api
-
Standar internasional seperti ISO 22721:2023 menetapkan persyaratan conveyor belt tekstil berlapis karet atau plastik untuk penggunaan di tambang bawah tanah, termasuk aspek konstruksi, dimensi, dan performa keselamatan. (ISO)
-
-
Fire Resistant Overground Conveyor Belt
-
Berbeda dengan underground belt.
Digunakan pada:
-
-
- Coal stockpile
- Port conveyor
- Crusher plant
- Coal yard
- Power plant
-
Karena berada di area terbuka, tingkat ketahanan api yang dibutuhkan umumnya tidak seketat belt underground, namun tetap harus mampu mengurangi risiko penyebaran api pada sistem conveyor.
-
Heat Resistant Conveyor Belt
Digunakan apabila material masih bersuhu tinggi. Ketahanan panas biasanya antara 100 hingga 200 ◦C
Contoh:
-
- Hot clinker
- Sinter
- Pellet
- Slag
- Hot limestone
Standar ISO 4195 mengatur persyaratan dan metode uji untuk conveyor belt dengan cover rubber tahan panas, termasuk perubahan sifat mekanik setelah paparan temperatur tinggi. (ISO)
-
Oil Resistant Conveyor Belt
Digunakan pada material yang mengandung minyak.
Contoh:
-
- Oil sand
- Fertilizer
- Biomass
- Waste recycling
Minyak dapat menyebabkan cover rubber mengembang (swelling), melunak, dan mempercepat kerusakan apabila menggunakan belt standar.
-
Steel Cord Conveyor Belt
Digunakan untuk:
-
- Tambang terbuka
- Long distance conveyor
- High capacity conveyor
Kelebihan:
-
- Tensile sangat tinggi
- Stretch sangat kecil
- Cocok untuk conveyor panjang
- Umur pakai lebih lama
-
Chevron Conveyor Belt
Digunakan apabila conveyor memiliki kemiringan.
Biasanya dipakai untuk:
-
- Crusher
- Quarry
- Stockpile
- Loading hopper
Profil chevron membantu mencegah material meluncur kembali pada conveyor yang menanjak.
Standar Internasional yang Umum Digunakan
| Standar | Negara/Organisasi | Fungsi |
| ISO 22721 | ISO | Conveyor belt tekstil untuk tambang bawah tanah |
| ISO 340 | ISO | Uji flame resistance |
| ISO 284 | ISO | Persyaratan antistatik |
| ISO 4195 | ISO | Conveyor belt tahan panas |
| DIN 22102 / DIN EN | Jerman | Klasifikasi abrasion grade dan sifat mekanik |
| JIS K 6369* | Jepang | Conveyor belt berbahan karet dan metode pengujian |
| AS 4606 | Australia | Conveyor belt tahan api untuk tambang bawah tanah |
| EN 12882 | Eropa | Persyaratan flame-resistant untuk conveyor belt di atas permukaan |
| EN 14973 | Eropa | Conveyor belt untuk penggunaan bawah tanah |
*Di Jepang, spesifikasi conveyor belt juga mengacu pada beberapa standar JIS lain tergantung jenis belt dan metode pengujiannya.
Perbedaan Underground dan Overground Belt
| Parameter | Underground | Overground |
| Flame Resistant | Sangat tinggi | Tinggi |
| Anti Static | Wajib | Umumnya direkomendasikan |
| Smoke Toxicity | Dikendalikan | Tidak seketat underground |
| Risiko Kebakaran | Sangat tinggi | Sedang |
| Harga | Lebih mahal | Lebih ekonomis |
Bagaimana Memilih Conveyor Belt untuk Tambang?
Beberapa parameter yang harus dianalisis sebelum menentukan spesifikasi belt meliputi:
- Jenis material (batubara, batu kapur, nikel, bijih besi, dan lain-lain)
- Ukuran maksimum material
- Tingkat abrasivitas
- Kapasitas (ton/jam)
- Kecepatan belt
- Panjang conveyor
- Sudut kemiringan
- Lokasi pemasangan (indoor, outdoor, underground)
- Temperatur material
- Risiko kebakaran
- Standar keselamatan yang diwajibkan oleh proyek atau regulasi
Sebagai contoh:
- Batubara di stockpile: abrasion resistant + fire resistant.
- Tambang batubara bawah tanah: flame resistant + antistatic + standar underground.
- Crusher batu andesit: abrasion resistant grade tinggi (misalnya DIN W).
- Conveyor sinter atau clinker: heat resistant.
Kesimpulan
Rubber conveyor belt untuk industri pertambangan tersedia dalam berbagai tipe yang dirancang sesuai kondisi operasi. Untuk aplikasi dengan material sangat abrasif, abrasion resistant belt merupakan pilihan utama. Pada area dengan risiko kebakaran, terutama tambang batubara, diperlukan fire resistant atau fire resistant underground conveyor belt yang memenuhi persyaratan keselamatan seperti ISO 22721, ISO 340, ISO 284, atau AS 4606, sedangkan aplikasi umum sering masih mengacu pada klasifikasi DIN untuk kualitas cover rubber dan ketahanan abrasi. Pemilihan conveyor belt yang tepat tidak hanya meningkatkan umur pakai belt, tetapi juga mengurangi downtime, meningkatkan keselamatan kerja, dan menekan biaya operasi jangka panjang. (ISO)
Selain conveyor pemakaian umum (general purpose) yang ready stock, conveyor Durabelt juga dapat dipesan sesuai spesifikasi dan standar industri yang diinginkan, termasuk :
- Abrasion Resistant (Tahan Abrasi)
- Tahan Panas (Heat Resistant)
- Fire Resistant
- Oil Resistant (Tahan Minyak)
- Steel Cord