Pengaruh pemilihan metode sambung cold splicing (sambung dingin), hot splicing dan fasteners terhadap hasil akhir kekuatan tarik (tensile strength) conveyor belt
-
Kekuatan Tarik (Tensile Strength) Teoritis Rubber Conveyor Belts
Contoh pertama:
-
- Belt: Rubber Conveyor Belt BW 600
- Konstruksi: 4 Ply EP 100
Arti EP 100:
-
- EP = Polyester / Nylon carcass
- 100 = kekuatan tarik per ply = 100 N/mm
Jumlah ply = 4
Maka tensile strength teoritis belt:
![]()
Artinya:
-
- Belt memiliki kekuatan teoritis:

- Belt memiliki kekuatan teoritis:
-
- Untuk lebar belt 600 mm:
![]()
atau sekitar:
![]()
- Efisiensi Sambungan (Splice Efficiency)
Sambungan belt tidak pernah 100% sama dengan belt utuh.
Setiap metode sambungan memiliki efisiensi berbeda.
-
- Cold Splicing
Cold splice menggunakan adhesive/cement tanpa vulkanisasi panas.
Efisiensi umum:
![]()
Untuk desain konservatif biasanya dipakai:
![]()
Maka tensile strength sambungan:
![]()
atau:
![]()
Karakteristik
-
-
- Relatif cepat
- Tidak perlu press vulkanizer / menggunakan unit pemanas
- Lebih murah
- Umur lebih pendek
- Sensitif kelembaban & kualitas lem
- Hot Splicing
-
Hot vulcanized splice.
Efisiensi umum:
![]()
Praktik bagus bisa mencapai:
![]()
Maka:
![]()
atau:
![]()
Karakteristik
-
-
- Paling kuat
- Umur paling panjang
- Cocok heavy duty
- Mahal
- Perlu vulcanizing press
-
- Bolt Solid Plate Fastener
Mechanical fastener tipe rigid plate.
Efisiensi umum:
![]()
Ambil contoh:
![]()
Maka:
![]()
atau:
![]()
Karakteristik
-
- Cepat dipasang
- Cocok emergency
- Tidak fleksibel
- Impact tinggi ke pulley
- Tidak cocok pulley kecil
- Bolt Hinged Fastener
Mechanical flexible hinge.
Efisiensi umum:
![]()
Ambil:
![]()
Maka:
![]()
atau:
Karakteristik
-
- Bisa buka pasang
- Fleksibel
- Cocok portable conveyor
- Lebih baik dari solid plate
- Masih di bawah vulcanized splice
- Ringkasan Perbandingan
| Jenis Sambungan | Efisiensi | Tensile Result |
| Belt utuh | 100% | 240 kN |
| Hot splice | ~90% | 216 kN |
| Cold splice | ~65% | 156 kN |
| Hinged fastener | ~60% | 144 kN |
| Solid plate fastener | ~45% | 108 kN |
- Cara Menghitung Panjang Overlap Splice
Sekarang contoh:
-
- Belt BW 1000
- 5 ply
- Misal EP 125
Maka rating belt:
![]()
- Prinsip Panjang Overlap
Pada step splice, tiap ply dibuat bertingkat.
Panjang overlap dipengaruhi:
-
- Jumlah ply
- Belt rating
- Jenis splice
- Faktor safety
- Kualitas rubber skim
Rule of thumb industri:
Cold Splice
![]()
Hot Splice
![]()
- Contoh Perhitungan Hot Splice
Misal dipilih:
![]()
Jumlah ply = 5
Maka total splice length:
![]()
Karena splice bertingkat.
Biasanya ditambah edge margin:
![]()
Jadi overlap ideal sekitar:
![]()
- Contoh Perhitungan Cold Splice
Misal:
![]()
Maka:
![]()
Tambah margin:

Jadi cold splice membutuhkan overlap lebih panjang.
- Rumus Praktis Lap Length
Rumus lapangan sederhana:
![]()
Dimana:

- Step Length Ideal Berdasarkan Belt Rating
Pedoman umum:
| Belt Rating | Step Length |
| EP100 | 100–125 mm |
| EP125 | 125–150 mm |
| EP200 | 150–200 mm |
| EP315+ | 200–300 mm |
- Faktor Penting Selain Tensile
Kegagalan splice biasanya bukan hanya karena tensile.
Faktor lain:
-
- Diameter pulley terlalu kecil
- Adhesive curing gagal
- Misalignment
- Counterweight terlalu besar
- Impact loading
- Moisture ingress
- Poor skiving
- Kesimpulan Praktis
Urutan kekuatan sambungan:
![]()
Untuk conveyor produksi utama:
-
- gunakan hot splice
Untuk emergency:
-
- mechanical fastener
Untuk medium duty:
-
- cold splice masih acceptable
Untuk overlap:
-
- makin tinggi rating belt → makin panjang overlap
- cold splice perlu overlap lebih panjang dibanding hot splice
- Penutup
Untuk pemindahan beban berat menggunakan rubber conveyor belts (4 ply dan 5 ply) sangat disarankan untuk memilih Durabelt EP 125 dari Duravaz dengan kelebihan:
-
- Tensile strength 25% lebih kuat dari Ep 100
- Mengurangi penurunan drastis tensile strength pada saat menggunakan mechanical fasteners
- Tidak membutuhkan pulley drum lebih besar (dibanding EP 100)




















Jenis ini merupakan conveyor belt standar yang Digunakan untuk aplikasi umum. Biasanya digunakan untuk material non-khusus seperti pasir, kerikil, dan barang kemasan.
Chevron belt memiliki pola berbentuk V atau U pada permukaan belt yang berfungsi untuk mencegah material tergelincir, terutama pada sudut kemiringan tertentu.
Sidewall conveyor belt dilengkapi dengan dinding samping (sidewall) dan cleat untuk mengangkut material dalam kondisi vertikal atau dengan kemiringan tinggi.

















