• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
duravaz-logo-orange-standard-transparent
  • Home
  • Products
  • Why Choose Duravaz
  • Business Opportunity
  • Articles
  • FAQ
  • Contact
  • Home
  • Products
  • Why Choose Duravaz
  • Business Opportunity
  • Articles
  • FAQ
  • Contact

KENALI 10 (SEPULUH) ISTILAH PENTING SAAT MEMILIH RUBBER CONVEYOR BELT

October 15, 2026 by IT-Duravaz

Istilah-Istilah Penting pada Rubber Conveyor Belt

  1. Warp dan Weft

Warp dan weft adalah istilah yang berasal dari konstruksi anyaman tekstil pada carcass conveyor belt.

Warp

Warp adalah serat yang memanjang mengikuti arah longitudinal belt, yaitu searah dengan pergerakan belt.

Karena warp menerima sebagian besar gaya tarik ketika belt berjalan, karakteristik warp sangat berpengaruh terhadap:

    • tensile strength belt,
    • kemampuan membawa beban,
    • elongation,
    • fatigue resistance,
    • kemampuan belt menghadapi starting tension.

Weft

Weft adalah serat yang melintang terhadap arah panjang belt, yaitu tegak lurus terhadap arah belt.

Weft terutama berfungsi memberikan:

    • transverse strength,
    • kemampuan menahan benturan,
    • lateral stability,
    • kemampuan menahan sobekan,
    • kemampuan belt mengikuti bentuk trough.

Secara sederhana:

                 Arah belt →

     ─────────────────────────────

     → → → → → → → → → → → → →    Warp

     → → → → → → → → → → → → →

     │  │  │  │  │  │  │  │  │

     │  │  │  │  │  │  │  │  │     Weft

     │  │  │  │  │  │  │  │  │

Pada belt EP, warp menggunakan polyester dan weft menggunakan polyamide/nylon.

  1. EP vs NN

       

Ini adalah dua jenis carcass textile yang sangat umum pada conveyor belt.

EP
EP = Polyester / Polyamide (Nylon)
    • Warp = Polyester
    • Weft = Polyamide/Nylon

Contoh:

EP 1000/4

Artinya secara umum belt mempunyai carcass dengan rating nominal 1.000 N/mm dan terdiri dari 4 ply.

Kelebihan EP:

    • elongation relatif rendah,
    • belt lebih stabil,
    • cocok untuk conveyor panjang,
    • dimensional stability baik,
    • cukup baik untuk heavy-duty conveyor.
NN
    • NN = Nylon / Nylon
    • Warp = Nylon
    • Weft = Nylon

Karakteristiknya:

    • elongation lebih tinggi dibanding EP,
    • fleksibilitas sangat baik,
    • impact resistance baik,
    • cocok untuk conveyor yang membutuhkan fleksibilitas tinggi,
    • dapat menyerap shock loading dengan baik.
EP vs NN

Parameter

EP

NN

Warp

Polyester

Nylon

Weft

Nylon

Nylon

Elongation

Lebih rendah

Lebih tinggi

Flexibility

Baik

Sangat baik

Impact resistance

Baik

Sangat baik

Dimensional stability

Sangat baik

Baik

Take-up requirement

Relatif kecil

Lebih besar

Conveyor panjang

Sangat cocok

Cocok

Shock loading

Baik

Sangat baik

Untuk aplikasi conveyor modern, EP sangat banyak digunakan, khususnya pada conveyor tambang, quarry, aggregate, cement, coal, dan material handling berat.

  1. Cover Grade

Cover grade adalah klasifikasi kualitas compound karet yang digunakan sebagai lapisan atas dan bawah conveyor belt.

Cover rubber menentukan kemampuan belt menghadapi lingkungan kerja.

Contohnya:

    • abrasion resistant,
    • heat resistant,
    • oil resistant,
    • flame resistant,
    • chemical resistant,
    • cold resistant.

Untuk belt general purpose, salah satu klasifikasi yang sering dijumpai adalah Grade M dan Grade N, tergantung standar yang digunakan.

Contoh aplikasi:

Cover grade

Penggunaan

General purpose

Batu, pasir, limestone

Abrasion resistant

Batu tajam, aggregate, ore

Heat resistant

Clinker, hot material

Oil resistant

Material mengandung minyak

Flame resistant

Coal/mining tertentu

Chemical resistant

Material kimia tertentu

Penting: jangan memilih belt hanya berdasarkan “Grade M” atau “Grade N”. Standar pengujian dan nilai spesifik compound harus diperiksa karena nomenklatur grade dapat berbeda antarstandar dan produsen.

  1. MPa

MPa = Megapascal, yaitu satuan tekanan atau tegangan.

Dalam conveyor belt, MPa sering digunakan untuk menyatakan tensile strength rubber cover atau sifat mekanis rubber compound.

Konversi

1 MPa = 1 N/mm²

Contoh:

Jika cover rubber mempunyai tensile strength:

18 MPa

maka:

18 MPa = 18 N/mm²

MPa bukan satuan “kekuatan total belt”. Untuk belt, tensile rating biasanya dinyatakan dalam:

N/mm

Contohnya:

EP 1000 N/mm

Jadi jangan menyamakan:

    • rubber tensile strength → MPa
    • belt tensile rating → N/mm
  1. Abrasion Loss

Abrasion loss menunjukkan berapa banyak volume karet yang hilang ketika compound diuji terhadap keausan.

Satuannya biasanya:

mm³

Semakin kecil angka abrasion loss, semakin baik ketahanan abrasi compound tersebut.

Contoh:

Compound

Abrasion loss

A

150 mm³

B

100 mm³

C

70 mm³

Secara umum, C lebih tahan abrasi daripada A, jika diuji dengan metode dan standar yang sama.

Namun, angka abrasion loss harus selalu dibandingkan berdasarkan standar pengujian yang sama, karena metode DIN, ISO, ASTM, dan metode lain dapat menggunakan prosedur berbeda.

Untuk limestone, aggregate, quarry, stone crusher, dan material tajam, abrasion resistance merupakan parameter yang sangat penting.

  1. Belt Elongation

Belt elongation adalah pertambahan panjang belt ketika belt mendapatkan tensile force tertentu.

Biasanya dinyatakan dalam:

%

Contoh:

Belt awal:

100 m

Setelah diberikan tensile load tertentu menjadi:

100,5 m

Maka:

= 0,5%

Elongation yang rendah biasanya diinginkan karena:

    • take-up travel lebih pendek,
    • belt lebih stabil,
    • tracking lebih mudah,
    • tension lebih konsisten.

Namun, jangan menyamakan belt elongation dengan elongation at break.

  1. Elongation at Break

Elongation at break adalah persentase pertambahan panjang material ketika material tersebut ditarik sampai putus.

Satuannya: %

Misalnya sebuah rubber compound mempunyai:

Elongation at break = 450%

Artinya secara sederhana, spesimen dapat mengalami pertambahan panjang hingga sekitar 4,5 kali panjang awal sebelum putus, tergantung definisi dan metode pengujian yang digunakan.

Parameter ini terutama digunakan untuk menilai sifat mekanis rubber compound, bukan kapasitas tensile belt secara keseluruhan.

Perbedaannya:

Parameter

Arti

Belt elongation

 Pemanjangan belt pada kondisi/load tertentu

Elongation at break

 Pemanjangan rubber/material sampai putus

Satuan

 %

Tujuan

 Menilai karakteristik elastis/deformasi

  1. Tensile Strength

Tensile strength adalah kemampuan material menahan gaya tarik maksimum sebelum mengalami kegagalan/putus.

Untuk rubber compound, biasanya dinyatakan:

MPa atau N/mm²

Misalnya:

Tensile strength = 20 MPa

berarti:

20 N/mm²

Tetapi untuk conveyor belt, tensile rating carcass sering dinyatakan:

N/mm

Contoh:

    • EP 500 N/mm
    • EP 800 N/mm
    • EP 1000 N/mm
    • EP 1250 N/mm
    • EP 1600 N/mm
    • EP 2000 N/mm
    • EP 2500 N/mm

Semakin besar rating N/mm, semakin tinggi kemampuan belt menahan tensile force secara nominal.

Contoh sederhana

Belt:

EP 1000

Jika lebar belt:

1.200 mm

maka nominal belt rating:

= 1.200.000 N

atau sekitar:

1.200 kN

Ini adalah cara sederhana memahami rating, tetapi bukan berarti working tension belt boleh langsung menggunakan angka tersebut. Faktor safety, splice efficiency, operating condition, starting load, dan standar desain harus diperhitungkan.

  1. Adhesion

Adhesion menunjukkan kekuatan ikatan antara komponen belt, misalnya:

    • rubber dengan fabric,
    • rubber dengan rubber,
    • cover dengan carcass,
    • ply dengan ply.

Satuan yang umum: N/mm

Contoh:

Adhesion = 5 N/mm

Artinya diperlukan gaya tertentu sebesar 5 N untuk memisahkan bidang ikatan sepanjang 1 mm, berdasarkan metode pengujian yang digunakan.

Adhesion penting karena conveyor belt merupakan struktur multilayer.

Secara sederhana:

 ┌───────────────────────────────┐

 │       TOP COVER                                                   │

├───────────────────────────────┤

 │       CARCASS                                                      │

 │       EP / NN                                                          │

├───────────────────────────────┤

 │       BOTTOM COVER                                          │

 └───────────────────────────────┘

Jika adhesion buruk, dapat terjadi:

    • ply separation,
    • delamination,
    • cover separation,
    • bubbling,
    • premature belt failure.
  1. Shore

Shore hardness menunjukkan tingkat kekerasan rubber.

Satuan yang umum adalah:

Shore A

Untuk rubber conveyor belt, Shore A merupakan skala yang sangat umum.

Contoh:

65 Shore A

atau

70 Shore A

Semakin tinggi angka Shore A, secara umum rubber semakin keras.

Contoh sederhana:

Hardness

Karakteristik umum

50 Shore A

Relatif lunak

60 Shore A

Medium

65 Shore A

Umum pada rubber conveyor

70 Shore A

Lebih keras

80 Shore A

Sangat keras

Namun Shore hardness yang lebih tinggi tidak otomatis berarti belt lebih baik.

Untuk impact dan material kasar, compound yang terlalu keras dapat memberikan karakteristik impact yang berbeda dibanding compound yang lebih elastis.

Jadi hardness harus dilihat bersama:

    • abrasion resistance,
    • tensile strength,
    • elongation,
    • impact resistance,
    • temperature resistance.

 

ISTILAH-ISTILAH TAMBAHAN (BONUS)

  1. Troughability

Troughability adalah kemampuan conveyor belt untuk membentuk konfigurasi trough ketika melewati troughing idler.

Contoh trough 3-roll:

                                  Material

                                        ↓

                               ___________

                             \                           /

                               \  ________ /

                                          ↑

                                35° trough

Troughability sangat penting pada conveyor bulk material karena bentuk trough membantu:

    • meningkatkan carrying capacity,
    • menjaga material tetap berada di tengah belt,
    • mengurangi material spillage.

Troughability dipengaruhi oleh:

    • konstruksi carcass,
    • jumlah ply,
    • modulus fabric,
    • belt width,
    • belt thickness,
    • cover rubber,
    • karakteristik transverse stiffness.

Belt yang terlalu kaku secara transversal akan lebih sulit membentuk trough dengan baik.

  1. Belt Ratings

Belt rating adalah kapasitas tensile nominal dari carcass conveyor belt.

Biasanya dinyatakan dalam:

N/mm

Contoh:

    • EP 500 N/mm
    • EP 630 N/mm
    • EP 800 N/mm
    • EP 1000 N/mm
    • EP 1250 N/mm
    • EP 1600 N/mm
    • EP 2000 N/mm
    • EP 2500 N/mm

Misalnya:

EP 1000/4

Secara umum dapat dibaca:

    • EP → jenis fabric
    • 1000 → nominal tensile rating = 1000 N/mm
    • 4 → 4 ply

Sedangkan:

EP 1600/4

berarti nominal tensile rating:

1600 N/mm

dengan konstruksi 4 ply.

Mengapa belt rating penting?

Karena belt harus mampu menahan:

    1. material load,
    2. belt self-weight,
    3. friction resistance,
    4. acceleration,
    5. conveyor starting tension,
    6. incline resistance bila ada,
    7. pulley resistance,
    8. impact loading,
    9. tension akibat take-up.

Jadi pemilihan belt rating tidak cukup hanya berdasarkan ton/hour.

Hubungan Semua Parameter

Agar lebih mudah dipahami, parameter tersebut sebenarnya terbagi menjadi beberapa kelompok:

Parameter Yang dijelaskan Satuan umum
Warp Arah serat longitudinal —
Weft Arah serat transversal —
EP Polyester warp + Nylon weft —
NN Nylon warp + Nylon weft —
Cover grade Jenis/kualitas rubber cover —
MPa Tegangan/kekuatan rubber MPa / N/mm²
Abrasion loss Keausan rubber mm³
Belt elongation Pemanjangan belt %
Elongation at break Pemanjangan sampai putus %
Tensile strength Kekuatan tarik material MPa
Belt rating Kekuatan nominal carcass belt N/mm
Adhesion Kekuatan ikatan antar-layer N/mm
Shore Kekerasan rubber Shore A
Troughability Kemampuan membentuk trough —
Belt rating Kelas tensile belt N/mm

 

Hal yang paling sering membingungkan

Ada tiga istilah yang sebaiknya tidak tertukar:

  1. Tensile strength rubber → MPa

Mengukur kekuatan tarik rubber compound.

  1. Belt rating → N/mm

Mengukur rating tensile carcass conveyor belt.

  1. Elongation at break → %

Mengukur seberapa besar material dapat memanjang sebelum putus.

Contoh sebuah belt specification dapat terlihat seperti:

EP 1000/4, Top 6 mm, Bottom 3 mm, Grade N, Tensile Strength 20 MPa, Elongation at Break 450%, Abrasion ≤ 150 mm³, Hardness 65 Shore A

Dari spesifikasi tersebut kita bisa membaca konstruksi carcass, tensile rating, ketebalan cover, karakteristik rubber, abrasion resistance, hardness, dan elongation.

Jika Anda ingin menggunakan parameter-parameter ini untuk memilih rubber conveyor belt, langkah berikutnya yang paling berguna adalah membuat tabel spesifikasi lengkap EP 400–EP 3150, jumlah ply, cover grade, MPA, abrasion loss, elongation, adhesion, Shore A, serta rekomendasi aplikasinya untuk limestone, coal, quarry, cement, palm oil, dan mining.

Nah, agar tidak salah pilih pastikan hanya rubber conveyor belt EP100 Vazpac dan rubber conveyor belt Durabelt EP 125 ke atas atau yang membutuhkan spesifikasi khusus untuk aplikasi tertentu.

 

Filed Under: Conveyor Belt, Heavy Duty, Material Handling, Roller Tagged With: bracet, conveyor belt, industri, material handling, Roller, Rumus

Primary Sidebar

Products

Durabelt

Durajoint

Duralink

 

Links

Why Choose Duravaz?

FAQ

Social Media

About Us

Duravaz merupakan produsen produk industri yang menyediakan beragam solusi untuk industri, seperti conveyor, coupling, rantai transmisi, dan lainnya. Produk-produk kami dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dan tahan lama, serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi industri. Kami siap menjadi mitra terpercaya untuk memenuhi kebutuhan industri Anda.

© 2026 Duravaz. All Rights Reserved.