• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Home
  • Products
  • Why Choose Duravaz
  • Business Opportunity
  • Articles
  • FAQ
  • Contact
  • Home
  • Products
  • Why Choose Duravaz
  • Business Opportunity
  • Articles
  • FAQ
  • Contact

Pengaruh pemilihan metode sambung terhadap hasil akhir conveyor belt

May 28, 2026 by IT-Duravaz

Pengaruh pemilihan metode sambung cold splicing (sambung dingin), hot splicing dan fasteners terhadap hasil akhir kekuatan tarik (tensile strength) conveyor belt

  1. Kekuatan Tarik (Tensile Strength) Teoritis Rubber Conveyor Belts

Contoh pertama:

    • Belt: Rubber Conveyor Belt BW 600
    • Konstruksi: 4 Ply EP 100

Arti EP 100:

    • EP = Polyester / Nylon carcass
    • 100 = kekuatan tarik per ply = 100 N/mm

Jumlah ply = 4

Maka tensile strength teoritis belt:

Artinya:

    • Belt memiliki kekuatan teoritis:
    • Untuk lebar belt 600 mm:

atau sekitar:

  1. Efisiensi Sambungan (Splice Efficiency)

Sambungan belt tidak pernah 100% sama dengan belt utuh.

Setiap metode sambungan memiliki efisiensi berbeda.

    • Cold Splicing

Cold splice menggunakan adhesive/cement tanpa vulkanisasi panas.

Efisiensi umum:

Untuk desain konservatif biasanya dipakai:

Maka tensile strength sambungan:

atau:

Karakteristik

      • Relatif cepat
      • Tidak perlu press vulkanizer / menggunakan unit pemanas
      • Lebih murah
      • Umur lebih pendek
      • Sensitif kelembaban & kualitas lem
    • Hot Splicing

Hot vulcanized splice.

Efisiensi umum:

Praktik bagus bisa mencapai:

Maka:

atau:

Karakteristik

      • Paling kuat
      • Umur paling panjang
      • Cocok heavy duty
      • Mahal
      • Perlu vulcanizing press
  • Bolt Solid Plate Fastener

Mechanical fastener tipe rigid plate.

Efisiensi umum:

Ambil contoh:

Maka:

atau:

Karakteristik

    • Cepat dipasang
    • Cocok emergency
    • Tidak fleksibel
    • Impact tinggi ke pulley
    • Tidak cocok pulley kecil
  • Bolt Hinged Fastener

Mechanical flexible hinge.

Efisiensi umum:

Ambil:

Maka:

atau:

Karakteristik

    • Bisa buka pasang
    • Fleksibel
    • Cocok portable conveyor
    • Lebih baik dari solid plate
    • Masih di bawah vulcanized splice
  1. Ringkasan Perbandingan
Jenis Sambungan Efisiensi Tensile Result
Belt utuh 100% 240 kN
Hot splice ~90% 216 kN
Cold splice ~65% 156 kN
Hinged fastener ~60% 144 kN
Solid plate fastener ~45% 108 kN
  1. Cara Menghitung Panjang Overlap Splice

Sekarang contoh:

    • Belt BW 1000
    • 5 ply
    • Misal EP 125

Maka rating belt:

  1. Prinsip Panjang Overlap

Pada step splice, tiap ply dibuat bertingkat.

Panjang overlap dipengaruhi:

    • Jumlah ply
    • Belt rating
    • Jenis splice
    • Faktor safety
    • Kualitas rubber skim

Rule of thumb industri:

Cold Splice

Hot Splice

  1. Contoh Perhitungan Hot Splice

Misal dipilih:

Jumlah ply = 5

Maka total splice length:

Karena splice bertingkat.

Biasanya ditambah edge margin:

Jadi overlap ideal sekitar:

  1. Contoh Perhitungan Cold Splice

Misal:

Maka:

Tambah margin:

Jadi cold splice membutuhkan overlap lebih panjang.

  1. Rumus Praktis Lap Length

Rumus lapangan sederhana:

Dimana:

  1. Step Length Ideal Berdasarkan Belt Rating

Pedoman umum:

Belt Rating Step Length
EP100 100–125 mm
EP125 125–150 mm
EP200 150–200 mm
EP315+ 200–300 mm
  1. Faktor Penting Selain Tensile

Kegagalan splice biasanya bukan hanya karena tensile.

Faktor lain:

    • Diameter pulley terlalu kecil
    • Adhesive curing gagal
    • Misalignment
    • Counterweight terlalu besar
    • Impact loading
    • Moisture ingress
    • Poor skiving
  1. Kesimpulan Praktis

Urutan kekuatan sambungan:

Untuk conveyor produksi utama:

    • gunakan hot splice

Untuk emergency:

    • mechanical fastener

Untuk medium duty:

    • cold splice masih acceptable

Untuk overlap:

    • makin tinggi rating belt → makin panjang overlap
    • cold splice perlu overlap lebih panjang dibanding hot splice
  1. Penutup

Untuk pemindahan beban berat menggunakan rubber conveyor belts (4 ply dan 5 ply) sangat disarankan untuk memilih Durabelt EP 125 dari Duravaz dengan kelebihan:

    • Tensile strength 25% lebih kuat dari Ep 100
    • Mengurangi penurunan drastis tensile strength pada saat menggunakan mechanical fasteners
    • Tidak membutuhkan pulley drum lebih besar (dibanding EP 100)

 

 

Filed Under: Conveyor Belt, Material Handling Tagged With: fastener, material handling

Primary Sidebar

Products

Durabelt

Durajoint

Duralink

 

Links

Why Choose Duravaz?

FAQ

Social Media

About Us

Duravaz merupakan produsen produk industri yang menyediakan beragam solusi untuk industri, seperti conveyor, coupling, rantai transmisi, dan lainnya. Produk-produk kami dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dan tahan lama, serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi industri. Kami siap menjadi mitra terpercaya untuk memenuhi kebutuhan industri Anda.

© 2026 Duravaz. All Rights Reserved.